oleh

Law Firm DSW Dan Partner Komentari 2 Oknum AKP Polisi Terlibat Narkotika, Perintah Kapolri Dan Kadiv Propam Polri Hanya Retorika Buat Polda Jateng

Warta Sidik – Semarang

Pejuang Hukum Mohamad Faisal yang tergabung dalam Law Firm DSW & Partner mengomentari kasus 2 Oknum Polisi dalam kasus Narkotika.

Perwira polisi berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) di Wonogiri berinisial K ditangkap aparat Direktorat Reserse dan Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah (Jateng).
K yang tercatat sebagai anggota satuan Polres Wonogiri dibekuk lantaran kedapatan menyimpan dan mengonsumsi narkoba sabu-sabu.

Barang bukti sementara ada satu paket, 0,7 gram sabu-sabu [Wonogiri]. Sedangkan yang di Salatiga barang buktinya berupa 9 paket [sabu-sabu],” tutur Iskandar.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar F. Sutisna

Kita tidak pandang bulu terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran tindak pidana narkoba. Bapak Kapolri sudah tegas mengumumkan bahwa tidak ada lagi tempat bagi anggota yang coba-coba, baik menggunakan apalagi mengedarkan narkoba,” tutur Kabid Humas Polda Jateng di Semarang, Senin (22/2/2021).

III Baca Juga :

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Marah Besar Dan Perintahkan Semua Kapolda

Kapolri Keluarkan Surat Edaran Penanganan Kasus UU ITE, Ini Isinya

Sanksi Berupa Demosi
Iskandar menambahkan perilaku AKP K yang mengonsumsi narkoba sebenarnya sudah terdeteksi.
Bahkan, akibat perbuatan itu AKP K mendapatkan sanksi berupa demosi, atau dipindahkan ke jabatan yang lebih rendah.

Lanjut Mohamad Faisal “Miris sekali Penegak Hukum yang seharusnya memberantas para sindikat Narkotika, namun justru menjadi musuh dalam selimut di Instansinya dan hanya diberikan sanksi “DEMOSI”.

Ini sudah jelas jelas Seakan hanya sebuah retorika belaka saja perintah Kapolri yang sudah tegas mengeluarkan Perintah terhadap anggota yang kedapatan menggunakan Narkotika, Perintah itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/331/II/HUK.7.1./2021 tanggal 19 Februari 2021. Surat ditandatangani Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo atas nama Kapolri.

Irjen Sambo juga memastikan siapa pun polisi yang terlibat narkoba akan dipecat dan dipidana dengan tegas.

Irjen Sambo juga mengungkapkan bahwa anggota Polri merupakan ujung tombak dari pemberantasan narkoba yang beredar di masyarakat sehingga diharapkan agar polisi tidak mendekati narkoba sama sekali.

Terhadap sanksi yang diberikan kepada AKP K, dan Bripka AA yang hanya dikenakan sanksi berupa Demosi, menurut saya itu adalah hal yang tak wajar. Polri harus tegas tidak pandang bulu, harus juga dikenakan sanksi pidana agar memberikan efek jera dan keadilan serta Persamaan di hadapan hukum (Equality before the law)” jelas Faisal. (Tunggal.Y)

News Feed