oleh

Sudah Empat Bulan Terkapar Terkena Penyakit Kanker Nasofaring PX. Kini Butuh Bantuan Dana

Warta Sidik — Lombok Barat.

Sungguh miris nasib hidup Jumahir umur 40 tahun laki laki warga Dusun Perendekan Selatan RT. 02 Desa Giri Sasak Kec. Kuripan Kab. Lobar. Sudah 4 bulan terpapar sakit kanker Nosofaring PX Ironisnya hingga hari ini luput dari perhatian Pemerintah.23/01/2021.

Hamdani Kades Giri Sasak yang saat dikomfirmasi awak media membenarkan bahwa Jumahir adalah warganya. Sudah dibawa berobat ke Rumah Sakit Provinsi NTB tetapi tidak kunjung sehat. Kata Kades

Sementara pemerintah desa menggalang dana untuk biaya hidup dan pengobatannya. Oleh sebab itu kami mengetuk hati yang paling dalam bagi para Dermawan, Hartawan, swasta ataupun Pemerintah di seluruh Negeri, jika memiliki kelebihan rezki untuk biaya kesembuhan Saudara. Jumahir. Dan Jika berkenan Bisa datang langsung Ke Kantor Desa Giri Sasak atau menghubungi Hamdani WA. 0852 5330 2680

III Baca Juga:

Koramil Jajaran Kodim 1628/SB Melakukan Gotong Royong Bersama Komponen Masyarakat Di Wilayahnya

H. Akhsanul Khalik S.Sos MH adalah Kadinsos Provinsi NTB yang dikonfirmasi awak media menjelaskan,bahwa Pasien atas nama Jumahir alamat Dusun Perendekan Selatan RT 02 Desa Giri Sasak Kec. Kuripan Kab Lobar, memang sudah lama sakit, kurang lebih satu tahun dengan diagnosa kanker nasofaring PX. Pernah dirawat inap di RS Gerung kemudian dirujuk ke RS Provinsi. Pasien mendapatkan perawatan Kemoterapi selama 6X dengan jarak 2 minggu sekali. Kemudian di laser tiap hari selama 35 hari dengan cara rawat jalan. Setelah itu pasien dianjurkan untuk kontrol ke dokter THT.

Selama berobat pasien ditanggung BPJS. Keadaan pasien sekarang sangat lemah. Kata keluarga,
Tidak memungkinkan bila dibawa ke RS karena istrinya punya anak kecil. Ungkap keluarganya.
Sementara keluarga baru saja ditimpa musibah orang tua kandung Jumahir karena meninggal dunia. Sehingga keluarga memutuskan untuk merawatnya di rumah.tambahnya.
Pasien diimpus dan di pasangkan NGT oleh perawat yang bekerja di RS Islam Mataram. Terang Kadis Dinsos

III Baca Juga:

Diduga Jaringan Kabel PLN Aktif Sangat Berbahaya Dibiarkan

“Intinya Pasien sekarang dirawat di rumah oleh perawat dari RS Yarsi.
Dan saat ini kalau dibawa ke RS tidak ada yang jaga dan sebagainya. tutur H. Akhsanul

Berdasarkan Informasi dari keluarga dan pekerja sosial yang ke rumahnya, Yang di harapkan dan dibutuhkan adalah bantuan uang untuk biaya hidupnya, karena untuk pengobatan sudah ditanggung BPJS. Tutup H. Akhsanul Halik” M Nurman*

News Feed