oleh

Dua Calon Ketua Peradi Kota Bekasi Rapat Barisan

Warta Sidik — Kota Bekasi

Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Bekasi bakal digelar pada Selasa (12/1/2021) mendatang.

Saat awak media menghubungi sekertaris DPC Peradi kota bekasi melalui telpon selular nya,minggu 10/1,Jhon Maheri Purba SH, mengatakan sampai saat ini baru ada dua calon sebagai kandidat yaitu:
1. Dr Priyo jatmiko SH, MH
2. Hadi Sunaryo SH.

Tidak menutup kemungkinan masih ada penambahan, kecuali peserta muscab pendaftaran sudah di tutup pada hari Jum’at 8/1/2020, Pukul 17.00 Wib. Yang berjumlah 278 peserta di sesuai kan dengan surat edaran Walikota no.556/33/SET.Covid-19 yang di berlakukan mulai 11/1 hingga 25/1, tidak lebih dari 25% dari kapasitas normal.

Di tempat terpisah Ketua bidang hukum KONI Kota Bekasi dan juga Ketua Umum Persatuan Catur Kota Bekasi Hadi Sunaryo SH, mendaftarkan diri sebagai kandidat calon ketua DPC Peradi Kota Bekasi periode 2021-2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Hadi Sunaryo SH, saat dijumpai awak media mengatakan diri optimistis dapat memimpin DPC Peradi Kota Bekasi lima tahun ke depan.

III Baca Juga :

Pemkot Bekasi Mengeluarkan Surat Edaran Nomor 556/33/SET.COVID-19 Pembatasan Jam Operasional Dan Diperketat Aturan, Dimulai Tanggal 11 Januari Hingga 25 Januari 2021

Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, Mengikuti Gelar Virtual Meeting Bahas Surat Aduan LSM Topan RI, DJP

“Visi misi kami membuat perubahan di organisasi peradi Kota Bekasi dengan bekerja sama dengan stakeholder yang ada di bekasi dan merangkul para junior yang telah menjadi anggota peradi Kota Bekasi, Advokat-advokat muda jika belajar terus lebih pintar dari saya yang berpengalaman,” papar Hadi.

Ia menegaskan Peradi dapat berpengaruh dan dikenal ke masyarakat secara luas khusus nya di kota bekasi.

Menurutnya, jumlah anggota baru Peradi dalam beberapa tahun terakhir meningkat secara signifikan. Ia mengaku optimistis dapat terpilih menjadi ketua DPC Peradi Kota Bekasi, namun apa pun hasilnya ia siap.

“Menang atau kalah itu wajar, tapi ia sangat menyayangkan muscab ini terkesan di paksakan, karena di laksanakan secara tatap muka ( tidak virtual ) anggota yang kawatir terpapar virus tidak dapat hadir maka hak suara nya tidak dapat di gunakan , pelaksanaan nya di hari kerja dan terkesan di batasi hanya 278 peserta saja sedangkan jumlah anggota Peradi kota bekasi kurang lebih 900 orang dan kalo memang tatap muka seharusnya peserta diwajibkan membawa bukti minimal hasil rapid test,”tutupnya.

(Tin)

News Feed