oleh

Diduga Mark Up Dermaga Plus Gedung Serbaguna RAPBDes Tahun 2019

Warta Sidik — Takalar

Seyogyanya anggaran Dana Desa yang selama ini digelontorkan oleh Pemerintah Pusat kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan sebesar-besar untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat desa.

Namun, hal ini oleh sebagian orang memanfaatkan dana desa untuk kepentingan pribadi dan menguntungkan diri sendiri atau sekelompok orang.

Seperti halnya terjadi disalah satu desa tepatnya di Dusun Tompotana Desa Tompotana Kecamatan Tanakeke Kabupaten Takalar diduga anggaran dana desa tahun 2019 direkayasa.

Baca juga:

Dua Calon Ketua Peradi Kota Bekasi Rapat Barisan

Pasalnya, item Pembangunan RAPBDes anggaran tahun 2019 tidak sesuai fakta dan bukti yang sebenarnya, terkait 2 item anggaran pembangunan yakni pembangunan Dermaga sebesar Rp. 160.000.000,- dan pembangunan Gedung Serba Guna sebesar Rp. 429.000.000,- di obyek yang sama.

Hal ini patut diduga anggaran pembangunan dengan menggunakan sumber dari dana desa oleh aparat pemerintah desa yang waktu itu menjabat melakukan kegiatan pembangunan seperti yang dimaksud tidak sesuai dengan fakta dan bukti yang sebenarnya diduga tidak ada alias fiktif.

Seorang warga desa setempat yang namanya tidak ingin dipublikasikan membenarkan hal tersebut, pembangunan Dermaga yang dianggarkan sebesar Rp. 160.600.000,- sampai sekarang tidak ada sebagai Dermaga alias fiktif sesuai rencana, Minggu (10/01/2021).

Pembangunan dermaga yang diduga fiktif/ws

Dirinya juga mengetahui benar sejak awal sesuai RAPBDes tahun 2019 akan dibangun Dermaga namun entah mengapa dimasukkan juga anggaran pembangunan Gedung serbaguna sesuai Laporan Pertanggung jawaban Jawaban (LPJ) di desa sebagai dasar pembangunan Gedung serbaguna.

Selain itu, menurutnya pembangunan Gedung Serbaguna yang anggarannya sebesar Rp. 429.000.000,- sesuai RAPBDes tahun 2019 juga dapat disampaikan bahwa diduga terjadi Mark Up anggaran terhadap bangunan tersebut.

“Sejak awal benar ada pembangunan yang mungkin dikatakan itu adalah dermaga, tapi itu dijadikan sebagai pondasi bangunan untuk pembangunan gedung serbaguna,” tuturnya.

Lebih lanjut, “jadi dapat dikatakan dalam peribahasa terhadap 2 pembangunan tersebut yaitu Sekali Mendayung Dua Pulau Terlewati, atau sekali membangun 2 anggaran proyek pembangunan teratasi,” kata warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Baca juga:

Pemkot Bekasi Mengeluarkan Surat Edaran Nomor 556/33/SET.COVID-19 Pembatasan Jam Operasional Dan Diperketat Aturan, Dimulai Tanggal 11 Januari Hingga 25 Januari 2021

Bendahara Desa Tompotana Awaluddin, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan, bahwa sejak awal pembangunan Dermaga terjadi tumpang tindih gedung serbaguna.

Menurutnya hal ini dikarenakan lokasi obyek yang sama direncanakan awalnya dibangun Dermaga kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Gedung Serbaguna dan kegiatan ini dimulai dari nol pondasi bangunan untuk Gedung Serbaguna.

Dirinya selaku Bendahara Desa Tompotana mengungkapkan bahwa 2 item pembangunan ini terjadi tumpang tindih dan pembangunan Dermaga yang dimaksud sesuai RAPBDes tahun 2019.

Bahkan, dirinya juga tidak membenarkan jika pembangunan Dermaga tersebut dikatakan tidak ada alias diduga fiktif.

Oleh karena pembangunan Dermaga yang dimaksud, di atas objek tersebut juga dibangun Gedung Serbaguna, dan ini sudah sesuai koordinasi inspektorat sehingga pembangunan Gedung serbaguna di laksanakan

“Benar itu anggaran pembangunan 2 item tumpang tindih dalam pelaksanaan dan pembangunan Dermaga berupa tanggul keliling,” ucapnya.

“Lagipula sejak awal tujuan rencana di desa adalah pembangunan Dermaga,” jelas Bendahara Desa Tompotana.

(Rosna)

News Feed