oleh

Muhamad Wily Prakosa Dituntut 39 Bulan Penjara

Warta Sidik — Tangerang

MBP atau Muhamad Wily Prakosa (52), warga Cilenggang, Rt. 05/ Rw. 02, duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Tangerang. Terdakwa diseret Jaksa Penuntut Umum, Primayuda Yutama, SH, dengan pasal 187 Undang-Undang No. 10 Tahun 2014 dan perubahannya.

JPU menuntut terdakwa, kurungan penjara 3 tahun, serta denda Rp. 200 juta bila tidak mampu membayar mengganti kurungan selama 3 bulan.

Majelis Hakim, Wendra Rais, SH, MH, menanyakan terdakwa, “Kamu dituntut Jaksa 3 tahun. Sudah mengerti? Kamu bisa konsultasi dulu dengan pengacaramu.”

Baca juga:

DSW: Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi

Dalam tuntutannya, JPU, Primayuda, mengatakan, saksi fakta melihat langsung terdakwa membagi-bagi uang di lokasi, lapangan sepak bola Macek Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.

MBP pada 26 September 2020 di lapangan bola Rawa Macek Ciater, Serpong, dengan sengaja melawan hukum menjanjikan memberikan materai untuk mempengaruhi calon tertentu. Supaya mengikuti kemauannya memilih calon Wali kota Tangerang Selatan, dengan nomor urut 03, Benyamin Dafni beserta wakilnya.

Terdakwa, yang juga Ketua LSM Jaringan Aktifis Reformasi Tangerang telah mengumpulkan anggotanya, LSM dan warga masyarakat yang ada di lapangan Macek Ciater Serpong.

Terdakwa menemui warga yang sedang main bola. Selesai kegiatan bermain bola itu, terdakwa memasuki lapangan sambil berbicara memakai speaker toa, memberikan masker dan uang Rp. 400 ribu rupiah. Uang Rp. 300 ribu ke ibu ibu. Juga membagikan uang Rp 450 ribu untuk membeli minuman.

Baca juga:

Kasus Penggelapan Dituntut 15 Bulan Penjara

“Kita sekarang memilih No. 03, supaya ada perubahan,” ujar terdakwa lewat toa yang dibawanya di hadapan warga masyarakat Ciater.

Terdakwa lalu membagi-bagikan uang ke warga yang mendeklarasikan diri untuk memilih No 3. Ini jelas telah melanggar Pasal 187, ayat Undang-Undang No. 10 tahun 2014 tentang pemilihan Wali kota dan gubernur. Sudah terpenuhi unsurnya.

Yang meringankan, terdakwa sopan dalam persidangan, dan tidak berbelit-belit. Yang memberatkan, terdakwa bagi-bagi uang di kampanye pilkada Tangerang Selatan. Di lapangan Macek Ciater Serpong, warga yang datang dipengaruhi, disuruh memilih Calon Wali kota Nomor Urut 0#l3, Benyamin dan wakilnya pilar saga. (Ply/Aldi)

News Feed