oleh

Law Firm DSW dan Partner Menyoroti Kasus Residivis Pencurian di Kalideres Jakarta Barat

Warta Sidik Jakarta

Meringkuk menahun dipenjara tak membuat SPD alias AP (26) jera. Naluri penjahat kambuh setelah dua bulan menghirup udara bebas. Kali ini, dia beralih menjadi spesialis pencurian rumah kosong.

Menurut catatan kepolisian, AP sudah empat kali merangsek masuk rumah orang tanpa izin. Terakhir kali, aksinya terekam kamera CCTV di sebuah rumah kosong, Jalan Prima, Kampung Menceng Kalideres, Jakarta Barat.

“Hasil pemeriksaan, pelaku sudah empat kali mencuri di wilayah Kalideres. Juga ada beberapa rumah di wilayah Jakbar dan Tangerang yang menjadi sasaran,” kata Kapolsek Kalideres Kompol Slamet Riyadi, Sabtu (21/11/2020).


III Baca Juga :

Diduga Penyidik Dan Oknum ASN Bermain Ketoprak, Kliatan Kredibilitas Penyidik yang tidak PROMOTER


AP diringkus di tempat persembunyian kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu 18 November 2020.

Kepolisian terpaksa memuntahkan peluru ke arah kaki pelaku lantaran berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap. “Kita lakukan tindakan tegas terukur dan dalam perkara ini,” ucap dia.

Menurut Slamet, sepak terjang AP sebagai spesialis pencurian rumah kosong sudah sangat meresahkan masyarakat. Meski beraksi seorang diri, AP mampu menguras harta-benda rumah-rumah yang telah menjadi target.

“Kasus ini menjadi konsen pimpinan untuk bisa menciptakan suasana aman di wilayah Kalideres,” kata Kompol Slamet Riyadi.


III Baca Juga :

Ini Pesan Kapolri: Refdi Andri Resmi Jabat Kapolda Maluku

Law Firm DSW Dan Partner menanggapi Lambannya Penanganan Kasus Pembakaran Mobil


Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Insan Hukum, Aktifis Keadilan Mohamad Faisal dari Law Firm DSW & Partner memberikan komentarnya berkenaan dengan Residivis.

“Residivis merupakan pengulangan suatu tindak pidana oleh pelaku yang sama. Yang mana tindak pidana yang dilakukan sebelumnya telah dijatuhi pidana dan berkekuatan hukum tetap, serta pengulangan terjadi dalam jangka waktu tertentu. Dalam pasal 486 KUHP, 487 KUHP, 488 KUHP ancaman hukuman mengenai pengulangan kejahatan, yang pada pokoknya menjelaskan untuk pelaku pengulangan tindak pidana (residivis) akan dikenakan tambahan sepertiga dari ancaman pidana maksimal dari tindak pidana yang dilakukannya. Seharusnya penjara memberikan efek jera terhadap terpidana dan menjadikan manusia menjadi lebih naik lagi,” jelas Faisal. (Darma/ Aldi).

News Feed