oleh

Law Firm DSW & Partner Menanggapi Lambannya Penanganan Kasus Pembakaran Mobil

Warta Sidik — Bogor Raya

“Sudah dua minggu korban pembakaran mobil oleh orang yang tidak dikenal itu berlarut larut tanpa kepastian sudah buat laporan, buat BAP, sudah didatangkan saksi namun sampai saat ini belum ada informasi lanjut tentang siapa pelakunya,” kata Zaenal Abidin N sebagai pemilik mobil.

Mobil Toyota Avanza Dibakar Orang Tak Dikenal/ws

Pembakaran tersebut telah memakan korban atas nama Eldawati istri dari pemilik mobil sangat di sayangkan kasus kriminal ini belum terungkap siapa pelakunya.


III Baca Juga :

Diduga Penyidik Dan Oknum ASN Bermain Ketoprak, Kliatan Kredibilitas Penyidik yang tidak PROMOTER


Kalau setiap kasus didiamkan maka akan menjadi marak dan merajalela kejahatan dimana mana.

“Sabtu (14/11) Minggu lalu, pihak keluarga korban mendatangi Polisi Sektor Bojong Gede Polresta Depok diterima oleh kanit dan timnya, “Saya akan usut tuntas sampai dapat pelakunya,” janji Kanit reskrim Bojong Gede kepada Warta Sidik.

Pihak korban masih menunggu dan menunggu. “Saya harap kasus ini cepat teratasi siapa saja pelakunya harus dihukum sesuai UU yang berlaku,” kata Pak Abdul Kodir adik kandung korban saat ditemui warta sidik.

Dr. Dwi Seno Wijanarko, SH., MH Ahli Hukum Pidana

Ditempat terpisah ahli pidana dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Dr. Dwi Seno Wijanarko, SH, MH, berpendapat, bahwa lambannya Penanganan Kasus Pembakaran Mobil tersebut harus di follow-up perkembangannya, pelapor/ korban segera meminta SP2HP.

“Dasar hukum terkait perolehan SP2HP antara lain diatur dalam Pasal 11 ayat (1) huruf a Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Sistem Informasi Penyidikan (“Perkap 21/2011”), yang menyebutkan bahwa penyampaian informasi penyidikan yang dilakukan melalui surat, diberikan dalam bentuk SP2HP kepada pelapor/pengadu atau keluarga,” jelasnya.

Insan Hukum Aktifis keadilan dari Law Firm DSW & Partner Mohamad Faisal mengomentari kasus tersebut di an menurutnya polisi harus melek mata.

“Saya berharap polisi melek mata terhadap penanganan kasus a qou, bagaimana mungkin sudah jelas ada korban, sudah ada bukti bukti yang cukup untuk mengembangkan perkara, namun penyidik masih saja lamban dalam merespon perjalanan perkara.


III Baca Juga :

Law Firm DSW mengomentari KPK Hibahkan Barang Rampasan Senilai Rp41,595 Miliar Kepada Pemkab Lampung Selatan


Kalau halnya polisi sudah tidak dapat di jadikan wadah/pengaduan untuk penanganan kasus-kasus kriminal, maka kepada siapa lagi masyarakat bersandar mencari keadilan di Negeri yang kata nya Negara Hukum? Semoga perkara ini agar segera di tangani sehingga terungkap terang dan jelas siapa pelaku pembakaran tersebut,” jelas Faisal. (Herman).

News Feed