oleh

Kapolres Lombok Tengah Temui Massa Aksi Dengan Pakaian Adat Suku Sasak

Warta Sidik — Lombok Tengah

Setelah selesai berorasi di depan Kantor FIF kemudian LSM LASKAR NTB melanjutkanya di depan Kantor Polres Lombok Tengah.

Hal ini lakukan menindak lanjuti banyaknya keluhan dan laporan masyarakat terkait dengan PT. FIF yang sering memberikan tekanan dan ancaman melalui pihak ketiga yakni debtcollector atau yang lebih dikenal dengan tukang cabut, yang banyak dijalan.


III Baca Juga :

Diduga Penyidik Dan Oknum ASN Bermain Ketoprak, Kliatan Kredibilitas Penyidik yang tidak PROMOTER


Kapolres Lombok Tengah AKBP ESTY SETYO NUGROHO, SIK, ahirnya menemui massa aksi, Kapolres Lombok Tengah yang biasanya selalu berseragam lengkap saat jam kerja. Tetapi kali ini menggunakan pakaian adat suku asak, dodot, pegon dan sapuk yang merupakan ciri khas pakaian adat suku Sasak.

Di depan massa aksi Kapolres Lombok Tengah, menyampaikan permintaan maaf bahwa dirinya beserta seluruh jajaran Forkopimda sedang melakukan giat paparan menuju Zona Integritas (ZI) melalui meeting zoom. Terkait apa yang menjadi tuntutan massa aksi, akan segera di tindak lanjuti oleh Polres Lombok Tengah.

“Kami mohon kepada teman-teman LSM LASKAR NTB tidak bisa lama, karena sedang ada pemaparan, untuk semua tuntutan akan segera kita tanggapi,” Ungkap AKBP ESTY SETYO NUGROHO, SIK.


III Baca Juga :

Pesan Kapolri Buat 8 Kapolda Yang Baru Dilantik: Netralitas Hingga Tegakan Prokes 

AJP Liput Langsung dan Pastikan Aktivitas Tambang Emas Rakyat Botudulanga


Setelah mendengar penyampaian Kapolres Lombok Tengah, massa aksi yang diakomodir AGUS SETIAWAN ahirnya membubarkan diri dengan aman dan tertib setelah melakukan foto bersama Kapolres Lombok Tengah. (Muhammad Hasbi)

News Feed