oleh

Law Firm DSW Komentari Kebakaran Pabrik Gorden Di Tangerang

Warta Sidik — Tangerang

Jago merah melalap pabrik gorden di Rawa Kucing, Jalan Surya Darma Neglasari Kota Tangerang. Informasi yang didapat api berawal dari las listrik menyambar drum berisi tinner. Kebakaran pabrik gorden ini adalah kali kedua di tahun 2020.

Tata, karyawan pabrik, mengungkapkan, “Saya lagi kerja di lantai 2, tiba-tiba ada api besar. Berasal dari tangki tinner. Kebakaran pukul 3.30. Kami berlarian saling bertubrukan. Alas sampai kaki lepas karena panik.”

Sedangkan menurut Ami, api awalnya kecil, dari bawah ada orang sedang ngelas. Kebakaran tempo hari juga berawal dari las yang menyambar tinner.

Baca juga:

85 Personel Polres Cilegon Laksanakan Donor Darah HUT Polairud

“Api awalnya kecil ketika disiram pakai air nambah besar. Akhirnya tidak terkendali. Mami Bos perintahkan karyawan semua keluar. Karyawan kurang lebih 200 orang,” ujar Ami.

Ketua RT 03/06, Dany, mengatakan, kebakaran pabrik gorden sudah sampai belakang menyambar kontrakan 4 pintu. Yang terbakar semua masih lokasi pabrik gorden. Sedangkan Adih, salah satu warga, mengetahui api sudah besar mau ikut membantu memadamkan api malah takut sendiri.

RW Djunardi Karim alias Kim siang, rumah belakangnya turut disambar api. Dengan kesigapan pemadam, rumah yang menempel ke dinding perbatasan pabrik langsung dipotong dan dirubuhkan. Junardi versama Kasubag Kamal Azizi turun langsung memotong api jangan sampai merembet ke bangunan yang lain.

Law Firm DSW Komentari Kebakaran Pabrik Gorden Di Tangerang/ws

Nining hanya bisa duduk termenung beralaskan tanah. “Saya tinggal di mes pabrik bersama teman dan suami. Tidak sempat menyelamatkan barang pakaian, hanya baju yang menempel di badan. Karena panik sendal pun ketinggalan,” ujar karyawan pabrik gorden dan aksesoris ini.

Neneng 1 dari 200 pekerja di pabrik yang memproduksi gorden dan aksesoris. saya Aru 3bulan kerja disini. dari Majalengka Jawa barat bersama suami mengadu nasib supaya ke 4 anaknya bisa sekolah semua.

“Saya digaji per minggu Rp. 300 ribu. Enggak tahu mau ke mana. Saya juga bingung. Suami lagi ngirim barang ke Cikarang sama bos. Sudah jam 21 malam suami belum juga pulang. Dari teman informasiny masih di Bekasi,” lanjut Neneng.

“Barang baru datang 4 kontainer dari Cina. Makanya di dalam penumpukan bahan. Bagian itu semua belum dipakai, sudah habis dilalap api. Tadi nyonya tua saya lihat pingsan. Entah dibawa kemana sama keluarganya. Tinggal di mes pabrik jam 9 sudah dikunci enggak boleh keluar. Mau ngontrak, gaji enggak cukup,” sambung Neneg lirih.

Baca juga:

Forum Kelompok Tani Melakukan Hearing Didampingi LSM LIDIK NTB

Danru, Teguh belum bisa menjawab berapa unit yang diturunkan. Karena masih berfokus untuk pemadaman api karena kencangnya angin dari TPA Rawa Kucing.

Sedangkan Kasubag Kamal Azizi mengatakan, “Kami menurunkan 15 unit mobil pemadam dibantu dari Angkasa Pura 1 unit, ditambah 4 truk tangki. Kami sampai lokasi jam 4 sudah dapat memadamkan bagian depan. Yang kami amankan bangunan kanan kiri dan belakang jangan sampai api menjalar. Kesulitannya, tiupan angin sangat besar, sedangkan sumber air sangat jauh.”

Rumah RW sudah kena rembetan, dipotong supaya tidak mengrembet ke bangunan lain. Sudah 6 jam pemilik pabrik belum terlihat. Saat ini api sudah mulai reda. 

“Kami menurunkan personil pemadam 80 orang. Dari Pemkot Kota Tangerang. Terlihat di lokasi ada tim PMI berjaga-jaga juga mobil ambulan,” kata Kamal.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui kerugiannya.

Di tempat terpisah, praktisi hukum dan juga aktifis keadilan, Saut Tambunan, dari DSW & Partner menyoroti peristiwa kebakaran pabrik gorden terbakar yang kedua kalinya. Menurutnya untuk mengetahui kronologi kebakaran ini tim penyidik POLRES Tangerang harus melakukan olah TKP dan mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti sebagai tahap awal penyelidikan asal muasal dan kronologi kejadian.

Baca juga:

Masyarakat Desa Bujak dan Desa Dasan Baru, Pasang Pipa Irigasi Racem Dengan Gotong Royong

“Dalam Pasal 1367 KUHPER jelas dikatakan bahwa, Seorang tidak saja bertanggung jawab untuk kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya, atau disebabkan barang-barang yang berada dibawah pengawasannya. Dan atas kejadian tersebut, warga yang merasa dirugikan dimana rumahnya ikut terbakar (kontrakan 4 pintu) maka warga tersebut berhak menuntut GANTI RUGI kepada pemilik perusahaan. Dimana ganti rugi tersebut diatur dalam Pasal 1365 KUHPER. Tentunya dalam kejadian ini, saya memandang harusbya kejadian ini diselesaikan secara PERDATA dulu. Jika itikad baiknya tidak ada barulah kita bawa ke jalur PIDANA,” jelas Saut Tambunan. (Fly/Dsw)

News Feed