oleh

Ribut Di Ruang Sidang Anak, Penasehat Hukum Korban Diusir Oknum Jaksa dan Hakim

Warta Sidik — Tangerang

Ribut di ruang sidang anak Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (19/11/20). Dan Penasehat Hukum korban diusir Jaksa Triade Margareth, SH, dan Hakim Subchi Eko Putro, SH, MH, mantan Ketua Pengadilan Negeri Rangkasbitung.

Penasehat hukum korban, Mirzayadi, SH, dan koleganya, Bahtiar, SH, mempertanyakan keberpihakan aparatur pada saat penanganan perkara pasal 82 No. 35 Undang Undang Perlindungan terhadap Anak tahun 2014.

“Kami mendampingi Korban dan keluarganya karena ada sesuatu yang tidak fair. Adanya keberpihakan sesuatu yang janggal tidak sesuai due prosed of law dalam perkara ini,” ujar Mirza kesal setelah diusir dari ruang sidang.

Baca juga:

Pangdam V Brawijaya, Lepas Kapolda Jatim Dengan Penyematan Cincin dan Bunga, Serta Ikuti Prosesi Pedang Pora

“Mengapa kami sebagai penasehat hukum korban tidak diperbolehkan melakukan pendampingan saksi korban? Jaksa Penuntut Umum Triade Margareth, SH, Jaksa Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, mengatakan kepada Mirza, korban sebagai saksi dan orang tua korban dari awal tidak didampingi penasehat hukum,” ujar Mirza menirukan jaksa penuntut umum kejaksaan Tangerang selatan tersebut.

Bahkan Mirza juga mempertanyakan dasar hukum tidak boleh mendampingi di persidangan. Tetapi jaksa penuntut umum tidak bisa memberikan alasan ke penasehat hukum korban.

Demikian juga Hakim Tunggal Subchi Eko Putro, SH, MH, menolak kehadiran penasehat hukum korban di persidangan. Dan alasan hakim, sidang tertutup tidak boleh pihak lain mengikuti persidangan. Namun, ketika ditanya dasar hukumnya oleh Bahtiar, SH, Hakim Subchi Eko Putro juga bungkam tidak bisa menjawab.

Terdakwa inisial BAJ/ist

Sehingga Hakim Subchi Eko Putro, menskor sidang, karena penasehat hukum korban diusir dari ruang sidang.

Setelah dikonfirmasi ke Humas Pengadilan Negeri Tangerang, Arif Budi Cahyono, SH, MH, ke warta Sidik mengatakan, penasehat hukum korban dan orang tuanya diperbolehkan masuk ke ruang sidang.

“Bahwa Hakim atas permintaan pendampingan dari penasehat hukum. Hakim menskors sidang, selanjutnya hakim mengijinkan penasehat hukum mendampingi korban,” ujar Arif, Kamis (19/11) sore melalui WhatsApp.

Bahtiar dan Mirza mengatakan, dalam ruang sidang tertutup saksi korban dan orang tuanya dimintai keterangan sesuai BAP.

Baca juga:

Kapolda Jatim Resmikan Gedung Bulu Tangkis Tangguh Semeru

Ketika kuasa hukum terdakwa mendapat kesempatan bertanya ke saksi korban dan orang tua korban, langsung mencecar dengan barang bukti yang tidak pernah korban lakukan. Kuasa hukum korban juga menanyakan WhatsApp dan foto kalau korban menunjukan barangnya ke terdakwa. Dan Saksi korban menjawab, “Murah amat diri saya, tidak mungkin saya lakukan semua itu”, sambil menangis karena di tekan pengacara terdakwa.

Sementara, Sapinah orang tua korban, inisial B (16), merasa kesal. Mulai dari penanganan anaknya di kepolisian sampai sidang di pengadilan hanya dijadikan bola, lempar sana lempar sini.

Humas Pengadilan Negeri Tangerang, Arif Budi Cahyono, SH, MH/ws

Informasi bahwa, di Polsek Pondok Aren juga Sapinah tidak boleh mendampingi anaknya oleh oknum polisi. Sampai kejaksaan juga dilarang sama oknum jaksa. Dan sekarang sampai pengadilan pun masih dilarang tidak boleh mendampingi anaknya sebagai korban.

“Saya orang kampung buta hukum dan enggak ngerti hukum. Paling tidak saya dikasih kesempatan bicara. Setelah saya dibantu Pak Mirza Sam dan Pak Bahtiar masalah untuk mendampingi anak saya supaya bisa mendapat hak hukumnya, ternyata penasehat hukum juga dilarang sama jaksa sama hakim,” ujar Supinah sambil menyeka air mata.

“Saya juga tidak habis pikir, itu terdakwa inisial (BAJ) sampai sidang juga masih didampingi Kanit Polsek Pondok Aren. Bahkan dari Bapas pun tidak ada dalam pendampingan anak sebagai terdakwa. Juga dari pendamping psikologi juga tidak ada dalam pendampingan terdakwa,” ujar Bahtiar.

Bahkan ditegaskan pihak hukum korban, terkait kasus ini akan dibawa ke Komisi Yudisial atas perlakuan oknum majelis hakim dan ke Komisi Kejaksaan atas perlakuan oknum jaksa. (play/Dsw)

News Feed