oleh

AJP Liput Langsung dan Pastikan Aktivitas Tambang Emas Rakyat Botudulanga

Wakil Ketua APRI Pohuwato Rustam Tantu

Warta Sidik — Pohuwato Gorontalo

Aliansi Jurnalis Pohuwato (AJP) adakan agenda akbar peliputan khusus aktivitas pertambangan emas rakyat di Dusun Botudulanga, Desa Hulawa, Kec, Buntulia, Kab. Pohuwato Gorontalo.

Agenda inipun atas dasar inisiatif gabungan puluhan para jurnalis dari berbagai perusahan Media baik itu online dan cetak Kab. Pohuwato, untuk turun ke lokasi pertambangan rakyat tersebut, guna untuk memastikan bahwa sesungguhnya pertambangan layak akan di perjuangkan menjadi wilayah pertambangan rakyat, yang modern akan tetapi ramah lingkungan.

Baca juga:

Polri Buka Peluang Panggil Ridwan Kamil Terkait Kerumunan Acara Rizieq di Bogor 

Sebelum bergerak AJP memilih titik kumpul di kantor sekretariat AJP Pohuwato pukul 10.00 WITA, Rabu (18/11). Kemudian rombongan jurnalis bertolak kelokasi pertambangan yang memakan waktu hampir 1 jam dengan jarak tempuh sekitar 20 km, dengan medan yang cukup menantang.

Setibanya di lokasi rombongan pun dengan gencarnya memantau dari segala penjuru terkait aktivitas pertambangan tersebut. Baik itu dari masyarakat yang sedang mengais rezeki haingga aktivitas lainnya. Terlihat alat-alat berat yang sedang beroperasi dalam hal pengambilan emas, dan yang lain pada fokus untuk perbaikan wujud permukaan bumi yang di akibatkan oleh galian pengambilan material pasir guna untuk mengupulkan emas.

AJP Liput Langsung dan Pastikan Aktivitas Tambang Emas Rakyat Botudulanga/ws

Di tempat terpisah Rustam Tantu Wakil Ketua APRI (asosiasi Penambang Rakyat Indonesia), mengatakan, ini adalah sebagai wujud niat baik sebagai pengusaha tambang untuk wilayah kerja Botudulanga dan sekitarnya, yang mana dengan adanya aktivitas ini di tuding merusak lingkungan.

“Akan tetapi perlu teman-teman sekalian ketahui bahwa kami sebagai pengurus APRI Kab, Pohuwato bergandengan tangan dengan CRM Botudulaga kini akan berupaya akan memperbaiki serta berusaha mengebalikan wujud lingkungan seperti sedia kala. Saat ini pun telah menyedikan tiga unit alat berat dua unit excavator untuk mengeruk aliran sungai dari bendungan air dan sepanjang aliran sungai Taluduyunu Utara. Dan satu unitnya lagi alat berat buldozerd kami gunakan untuk menupi galian serta kubangan yang sudah tidak produksi lagi. Dan semua ini terjadi berkat kerja sama kami, baik antara anggota Apri dan anggota Crm Botudulanga,” ucapnya.

Baca juga:

Jambret HP di Loteng Masuk Rumah Sakit Setelah Nekat Tabrak Mobil Polisi

Kedepannya, ia menjelaskan, untuk lokasi yang sudah tidak produksi ini dan sudah tertutup seperti sedia kala, akan dipulihkan kembali dengan penanaman pohon.

“Kami akan merencana akan menanami ratusan pohon bambu kuning, dan ratusan pohon mahoni. Ini semata demi untuk terwujudnya misi kami dalam hal menambang secara modern dengan menggunakan alat berat. Akan tetapi tetap ramah lingkungan demi daerah Bumi Panua Pohuwato yang kita cintai bersama,” tutup Rustam. (red)

News Feed