oleh

SMP Negeri di Kota Bekasi Menari-Nari Diatas Pandemi Covid-19

Warta Sidik — Bekasi

Dari hasil pantauan WS di banyak sekolah di Kota Bekasi, Pandemi Covid-19, ternyata membawa berkah dan rejeki untuk para guru dan kepala sekolah di Kota Bekasi.

Seakan tanpa empati, dan nurani, guru-guru beserta kepala sekolah, atas nama Koperasi meraup untung besar dari hasil penjualan seragam. Dan masih juga ditambah keuntungan dari jualan masker ke siswa-siswanya.

Dibandrol seharga Rp. 5000 sampai Rp. 10.000 rupiah, Koperasi di sekolah tanpa malu-malu menjual masker, dan itu sepengetahuan para pemangku kebijakan di dinas pendidikan. Ketika hal ini disampaikan ke pejabat-pejabat di dinas pendidikan kota Bekasi, ternyata bagi mereka, hal itu bukan menjadi aib malah seakan biasa-biasa saja.

Baca juga:

Polda Banten Gelar Press Conference Hasil Operasi Jaran Kalimaya 2020 dan Kasus Curanmor

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. Inayatulah, saat di infokan bahwa Koperasi di banyak sekolah memperjual belikan masker ke siswa, memberi sikap apatis dan tidak mau tahu. Terkesan cenderung mendiamkan para guru dan kepala sekolah itu untuk jualan masker di sekolah ke siswa mereka sendiri atas nama Koperasi.

Di masa Pandemi ini, ada dua jenis barang yang sangat penting. Pertama, hand sanitizer/ hand soap, dan kedua, Masker. Sebegitu vitalnya keberadaan masker ini, sehingga pemerintah memohon, agar semua pihak turun serta dalam penyediaan masker, baik masker medis maupun masker kain.

Demi menjaga ketersediaan masker, pemerintah kota Bekasi mendelegasikan Dinas Kesehatan untuk mengcover stok masker medis. Dan, Dinas Koperasi dalam penyediaan masker kain, produksi UMKM.

Mendukung niatan baik pemerintah ini, banyak perusahaan bahkan juga perorangan berlomba memberikan sumbangan masker untuk dibagikan ke masyarakat. Tidak jarang kita masih melihat, banyak elemen masyarakat yang membagi-bagikan masker di ruas-ruas jalan. Dan Walikota bersama Wakil Wali Kota memasang Baliho besar mengajak masyarakat untuk bermasker, dengan Gerakan Ayo Bermasker.

Baca juga:

Jendral Polisi Idham Azis, Membuka RAKORBIN SDM dan PNS POLRI T.A 2020 Melalui Video Virtual

Tapi dibalik itu semua, luput dari pantauan, ternyata hampir semua sekolah di Kota Bekasi, malah menjual masker ke siswa-siswanya. Masker menjadi sebuah komoditi yang memberikan keuntungan berlipat untuk para stakeholder pendidikan di Kota Bekasi. Bukannya membagikan masker secara gratis ke siswa-siswanya, kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah malah menjual masker dengan harga yang patut dipertanyakan.

Melihat pentingnya masker dalam menahan arus penyebaran Covid-19, Menteri Pendidikan Republik Indonesia, juga sampai memberikan keleluasaan kepada para kepala sekolah membeli masker untuk dibagikan ke warga sekolah, termasuk untuk siswa.

Namun, entah apa yang merasuki para kepala sekolah dan guru di Kota Bekasi, sehingga mereka secara sadar dan bersama-sama, malah mencoba meraup keuntungan besar dengan memperjual belikan masker ke siswa mereka.

Untuk itu maka, baik Walikota, Inspektur Kota Bekasi, dan BKPPD Kota Bekasi, dirasa perlu untuk memberikan sanksi tegas kepada para guru dan kepala sekolah di kota Bekasi yang telah nyata secara sadar menari-nari diatas Pandemi Covid-19.

Baca juga:

Kapolda Jatim Buka Lomba Menembak di Lapangan Tembak Katjoeng Permadi

Galih Munandar dari Law Firm DSW & Partner, terkait hal ini mengomentari, “Seharusnya dalam hal ini, penegak hukum tidak boleh tebang pilih. Semua yang terlibat dalam pelanggaran harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, artinya kita juga sebagai warga negara akan segan dengan kewibawaan pemerintah saat ini.”

Di tempat terpisah pemerhati kebijakan hukum dan publik Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya memberikan pendapat hukumnya

“Berkaitan dengan Pandemi Covid-19 yang terjadi, pemerintah menerapkan protokol kesehatan diantaranya, memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

Terkait hal itu, pemerintah menyediakan dana untuk mendukung protokol kesehatan dengan menyiapkan dana untuk penyediaan masker dan juga hand sanitizer. Dalam prakteknya, ditemukan oknum sekolah, kepala sekolah dan juga para guru, memanfaatkan hal itu dengan menyediakan dan menjual masker serta hand sanitizer yang sebenarnya sudah dicover dari dana APBD atau APBN. Disitulah terjadi praktek korupsi yang terjadi di dalam lingkungan sekolah yang ada di Kota Bekasi. Kecurangan yang dilakukan pihak sekolah sudah bertentangan dengan UU Korupsi,” tegas Dr. Seno. (GP/WS)

News Feed