oleh

Dua Anak Tewas Disebuah Kolam Galian Pembuatan Jembatan di Kab. Gowa

Warta Sidik — Gowa

Dua orang anak ditemukan tewas dalam sebuah kolam galian pembuatan jembatan di belakang Perumahan Pesona Mutiara Pallanga Lingkungan Biringkaloro Kel. Tetebatu, Kec. Pallanga, Kab. Gowa.

Kolam kedalaman 3 meter dengan lebar sekitar 2 meter ini merupakan galian dan dipenuhi air dan lumpur untuk pembuatan jembatan lalu dimanfaatkan oleh kedua korban berenang.


III Baca Juga :

Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A 2020-2021, Wakapolda Jatim Bacakan Amanat Kapolri


Kronologis kejadian berawal pada
Minggu 15 November 2020 ke dua korban dan teman-temannya mandi hujan sekitar pukul 14.30 WITA. Lalu setelah Shalat Azhar pukul 15.20 WITA, korban bersama rekan-rekannya saling mengajak untuk berenang ditempat galian pembuatan jembatan yang tidak jauh dari rumah korban.

Tidak lama berselang rekan dari kedua korban mendahului meninggalkan lokasi untuk pulang kerumah namun kedua korban terus berenang.

Memasuki waktu magrib orang tua kedua korban melakukan pencarian namun tidak diketemukan lalu warga masyarakat ikut membatu bersama sama mencari korban dilokasi kolam galian.

Saat pencarian dilakukan melihat sendal korban berada di lokasi galian kemudian melompat ke kolam mencari kedua korban.


III Baca Juga :

Bupati Luwu Mengajak Forkopimda Studi Tiru MPP di Kota Pekanbaru

Hakim Sakit, Sidang Kasus Narkoba Ditunda


Setelah setengah jam korban pertama atas nama Raihan Saputra (13) ditemukan dalam posisi tengkurap lalu sekitar 10 menit kemudian korban kedua atas nama Yusuf Samudra (12) ditemukan dalam posisi berdiri dengan kepala menghadap kebawah tertancap ke tanah.

Pasca kejadian personil Polsek Pallangga mengamankan TKP dan membantu warga mengevakuasi korban ke rumah duka. Hingga saat ini korban masih disemayamkan di rumah duka.

“Untuk mengungkap motif dari tenggelamnya dua anak tersebut pihak kepolisian kemudian melakukan komunikasi dengan pihak keluarga dengan harapan dapat diijinkan dilakukan otopsi namun dari hasil pertemuan tersebut pihak keluarga menolak dan menerima kejadian sebagai musibah,” ungkap Kapolsek Pallangga IPTU Nasruddin. (Rosna)

News Feed