oleh

Tidak Peduli Dengan Aturan, Oknum Depcolektor Yang Mangkal di Lombok Timur Berulah Lagi

Warta Sidik — Lombok Tengah Kopang

Seorang nasabah dari Dusun Aik Berik, Desa Aik Berik, Kec. Batukliang Utara, menjadi korban perampasan oknum depcolektor. Perampasan satu unit sepeda motor merek Honda Vario dengan nopol DR 5978 TI yang dikendarai Misbah dengan tujuan Lombok Timur, Minggu (15/11).

Kronologisnya, di tengah perjalanan tiba-tiba oknum Depcolektor menyetop pengendara sepeda motor HONDA Vario dengan nopol DR 5978 TI yang dipakai oleh kakak yang atas nama kredit di NSC finance, yang berkantor di Kopang, Lombok Tengah.

Penuturan H. Misbah merupakan korban perampasan dari oknum Depcolektor, yang menurutnya berjumlah lima orang ke awak media Warta Sidik.

Baca juga:

Kapolres Gowa Hadiri HUT Ke-75 Brimob di Mako Sat Brimob Polda Sulsel

“Oknum Depcolektor dengan bahasa manisnya terhadap pembawa kendaraan, saya hanya mau foto copy STNK-nya lalu silahkan bawa lagi pulang, kata oknum depcolektor,” ungkap H Misbah kepada awak media.

Dengan lugunya, H Misbah menuruti kemauan oknum depcolektor ke kantornya yang beralamat di Selagek Lombok Timur. Namun, di kantor PT perwakilan SBS berbeda ucapan antara oknum depcolektor yang menyetopnya dengan oknum yang berada di kantor SBS. Menurut H Misbah motor tersebut harus ditinggalkan di kantor SBS, dan dia disuruh pulang.

Keesokan harinya Muslehati dan H Misbah mendatangi kantor NSC finance Kopang dan menemui petugasnya dengan membawa bukti-bukti kwitansi yang sudah dibayar. “Ternyata jawaban dari petugas yang menemuinya, tempat dia bayar ke colektor tersebut sudah dipecat,” tutur muslehati kepada awak media.

Muslehati atas nama pengajuan pinjaman/ws

Awak media menelusuri kebenaran berdasarkan narasumber (Muslehati–red) adalah memang benar sudah membayar berdasarkan bukti kwitansi asli dari NSC. “Akan tetapi petugas yang menagih itu sudah dipecat,” ungkap Rudi dan Ali dikantornya.

“Dalam hal ini siapakah yang bertanggung jawab? Apakah debitur punya kesalahan? lalu bagaimana tanggungjawab perusahaan? Siapa yang bermain dibalek ini,” kata korban.

“Kami sebagai korban. Tolong kepada instansi yang berkaitan dengan masalah ini, terutama aparat penegak hukum untuk segera menindak oknum depcolektor yang sewenang-wenang terhadap kami,” ungkap Muslehati dan H Misbah.

Muslehati dengan permintaan dari NSC harus membayar ansuran dan biaya penarikan sejumlah Rp 1.500.000,- baru diberikan motor tersebut. Dan korban sebagai pihak dirugikan akan membawa permasalahan ini kepihak yang berwajib.

Baca juga:

Gerakan Sepuluh Ribu PAWARTOS Bukti Kesetiakawanan Sosial

Kemudian Media Warta Sidik menghubungi Imran lewat telepon, namun tidak diangkat. Dihubungi lewat WhatsApp, hanya menjawab, “memang ada penarikan tapi sudah saya serahkan ke pak Rudi NSC kopang jawabnya.”

“Dari pihak direktur PT SBS, kalau mau dinaikkan keranah hukum sayalah pimpinannya, ungkap Danni lewat WhatsApp.”

Awak Media Warta Sidik kemudian mengkonfirmasi ke NSC Kopang, debitur diberikan keringanan bayar satu bulan namun dilengkapi membayar biaya penarikan sebesar Rp 1.500.000,- baru bisa dikeluarkan unitnya.

Rudi sebagai pimpinan NSC harus mempertanggung jawabkan karyawannya dan sudah melaporkan kepihak yang berwajib. Atas petugas yang membawa kabur uang nasabah, bahwa colektor tersebut sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. (M. Nurman)

News Feed