oleh

ljazah ” Asli Atau Palsu ” Terlihat Jelas !! Akankah SGR Mengakuinya ??

Warta Sidik — Jakarta

Hasil dari pertemuan para Alumni SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung Jakarta Timur dari mulai Angkatan Tahun 91 hingga Angkatan Tahun 2000 sebagaimana beredarnya pemberitaan dari beberapa media online mengenai di catut serta mengaku sebagai Alumni SMU Pelita Tiga Pulo Gadung Angkatan Tahun 99 oleh seseorang yang berinisial SGR yang di peruntukan sebagai syarat Calon Pilkada di tahun 2020 ini, untuk itu kami selaku Alumni SMU Pelita Tiga Pulo Gadung merasa keberatan dan menolak keras terhadap seseorang yang berinisial SGR yang mengaku Lulusan SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung Jakarta Timur Tahun 1999, kesepakatan bersama para Alumni dari berbagai Angkatan ini salah satunya untuk membuktikan bahwa inisial SGR tidak pernah menjadi siswa di SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung, pertemuan yang dilakukan oleh berbagai Angkatan ini bertempat di Jakarta Kamis 5/11 2020.

Guna membuktikan ljazah SGR asli atau palsu nya tentu kami sebagai Alumni dari SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung dari berbagai Angkatan terutama se Angkatan SGR lulusan Tahun 1999 di bawanya ljazah sebagai perbandingan.


III Baca Juga :

Diduga Penyidik Bermain Mata Dengan Oknum ASN Pemkot Bekasi, Tommy Alfredo Langi: Akan Saya Bawa Kasus Ini ke Mabes Polri


Ratono salah satu Lulusan SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung Jakarta Timur menyampaikan kepada awak media bahwasannya banyak sekali keganjilan serta ketidak sesuaian bahkan dianggap lmitasi dengan melihat ljazah SGR yang banyak sekali perbedaan, salah satunya yang lebih fatal sekali mengenai NIP Kepala Sekolah yang jauh berbeda, apalagi mengenai tulisan di ljazah serta pas photo yang tidak tercantum nama Sekolah di sidik jari, tentunya kami dari berbagai Angkatan menyatakan bahwa ljazah SGR ini adalah lmitasi dengan banyaknya perbedaan di ljazah, selain itu kami juga tidak mengenal dan tidak pernah lihat SGR Sekolah di SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung Jakarta Timur di Tahun 1999. tegasnya Ratono Alumni SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung Jakarta Timur Tahun 1999.

Masih Ratono, pencatutan juga pengakuan SGR sebagai Alumni 1999 ini kami menolak keras dan keberatan Sekolahnya di catut apalagi untuk syarat Calon Pilkada, kami tidak terima sekolah kami di bawa ke ranah Politik gegara seseorang yang bukan lulusan di Sekolah kami dengan menggunakan ljazah lmitasi SMU Pelita Tiga No.3 Pulo Gadung Jakarta Timur.

Sebagai perbandingan ljazah SGR ” Asli Atau Palsu ” maka kami lampirkan ljazah kami sebagai bukti bahwa ljazah SGR itu lmitasi.
Untuk memulihkan nama baik Sekolah yang sudah di corengnya serta dinodai oleh seseorang yang berinisial SGR, kasus ini kami harapkan segera untuk di tuntaskan terutama kepada pihak kompeten dalam hal ini penegak hukum melalui penyidik dan penyelidik, agar sekolah kami kembali bersih lagi dari orang orang yang tidak bertanggung jawab, pungkasnya

Ahli Hukum pidana, Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Dr. Dwi Seno Wijanarko, SH., MH

Di tempat terpisah menanggapi perkara tersebut Ahli Hukum pidana, Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Dr. Dwi Seno Wijanarko, SH., MH berkomentar
” pihak yang merasa. Di rugikan dapat segera membuat laporan pidana 263 KUHP karena ada dugaan tindak pidana Pemalsuan, dan harus meminta pemeriksaan forensik, agar jelas dan terang. Berdasarkan perkapolri 10/2009 Permintaan pemeriksaan laboratorium forensik ada dua, yaitu untuk kepentingan penyidikan (Pro Justitia) yang hanya bisa diminta oleh atas permintaan penegak hukum yaitu kepolisiaan, Kejaksaan, Hakim Polisi Militer TNI, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Instansi lain dibidang penegakan hukum dan untuk kepentingan lain (Non Peradilan atau Non Pro justitia).


III Baca Juga :

LSM LIRA AKAN MEMPOLISIKAN PELAKU OKNUM PUNGLI BANSOS PKH dan BPNT


Non Pro Justitia diminta oleh pihak yang membutuhkan keabsahan dokumen saja di lingkungan internal organisasi mereka. Sehingga jika masuk ranah pemalsuan, itu sudah masuk ranah pidana, sehingga yang meminta harus penyidik (Kepolisian).” Tegasnya.

News Feed