oleh

Seorang “Sarjana Agama” Dituntut Kejari Kota Tangerang 3 Tahun 6 Bulan 

Warta Sidik — Kota Tangerang

Mantan Direktur PT. ASTA Cipta Karya, yang bergelar sarjana agama H. Muhammad Zein, S.Ag, MM dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kota Tangerang 3 Tahun 6 Bulan. Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum Eko Purwanto, SH, MH, menuntut H. Muhammad Zein, S.Ag, MM, dengan Pasal 378 KUHPidana, tentang tindak pidana penipuan dengan total kerugian PT. Ratu Mas Persada sebesar Rp6.743.187.600,- (Enam Milyar Tujuh Ratus Empat Puluh Tiga Juta Seratus Delapan Puluh Tujuh Ribu Enam Ratus Rupiah).

Menurut Jaksa Penuntut Umum, pada Warta sidik diruang kerjanya, bahwa perbuatan Terdakwa H. Muhammad Zein, S.Ag, MM, berawal dari Terdakwa yang mencoba untuk meminjam uang sebesar Rp3.000.000.000,- (Tiga Milyar Rupiah) dengan jaminan 2 rumah di daerah Metropolis Serang dan Perumahan di daerah Pandeglang yang diajukan kepada Saksi Laurus Sumanto Amat selaku Presiden Direktur pada PT. Emas Persada Finance, namun pengajuan tersebut ditolak oleh PT. Emas Persada Finance karena BI Cheking Terdakwa tidak baik. Kemudian Terdakwa H. Muhammad Zein, S. Ag, MM, menawarkan kepada Saksi Laurus Sumanto untuk bekerjasama pembuatan pembangunan perumahan di Desa Nagara dan Desa Pringwulung Serang, Provinsi Banten. Lahan yang telah dikuasai oleh Terdakwa yaitu seluas 24 Ha di Desa Nagara, Kec. Kibin, Kab. Serang.

Baca juga:

Kodim 1628/Sumbawa Barat Kirim Paket Bantuan Untuk Korban Kebakaran

“Singkat cerita, PT. Emas Persada Finance menyetujui kerjasama tersebut dan dibentuklah PT. Ratu Mas Persada yang bergerak dalam bidang konstruksi, real estate, dan perdagangan besar dengan modal Rp5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah) yang mana didalamnya terdapat beberapa struktur, antara lain Terdakwa H. Muhammad Zein, S.Ag, MM, selaku Direktur dengan saham sebesar Rp2.000.000.000,- (Dua Milyar Rupiah) merupakan inbreng tanah seluas 24 Ha di Desa Nagara. Dan Saksi Laurus Sumanto selaku Direktur Keuangan dengan saham sebesar Rp875.000.000,- (Delapan Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah), jelas Eko Purwanto, Rabu (11/11/20).

“Setelah berjalannya waktu, dalam perjalanan nya pembangunan perumahan tersebut menuai beberapa kejanggalan dan kendala, dari mulai dihadang oleh warga saat pengurugan sampai ditemukannya bukti bahwa tanah yang 24 Ha adalah bukan milik Terdakwa H. Muhammad Zein, S.Ag, MM, dan belum dibayar sepenuhnya. Karena merasa janggal dan merasa dirugikan saksi Laurus Sumanto Amat melapor ke Pihak Polda Metro Jaya” sambungnya.

Seorang “Sarjana Agama” Dituntut Kejari Kota Tangerang 3 Tahun 6 Bulan/ws

Sampai pada akhirnya, Jaksa pada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Eko Purwanto, SH, MH, memperoleh bukti-bukti yang sangat kuat bahwa Terdakwa adalah pelaku tunggal tindak pidana penipuan yang sebagaimana dimaksud dalam Dakwaan Penuntut Umum.

Persidangan yang digelar secara online via zoom yang dipimpin oleh Hakim Ketua, Rudy, SH, dan Terdakwa H. Muhammad Zein, S.Ag, MM, di Pengadilan Negeri Tangerang Kamis (5/11/2020) yang lalu.

“Menuntut Terdakwa H. Muhammad Zein, S. Ag, MM, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam surat tuntutan ini, dan menuntut Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 Tahun 6 Bulan dan membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp2000,- (Dua Ribu Rupiah),” tegas Jaksa.

Baca juga:

RDP G2MPS Berlanjut: Anggota DPRK Tidak Hadir, Ruang Paripurna Disegel

Adapun hal yang memberatkan terdakwa menurut Jaksa Penuntut Umum Eko Purwanto, SH, MH, adalah bahwa terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan dalam persidangan, dan terdakwa juga sudah menikmati hasil dari tindak pidana tersebut, dan tindakan terdakwa bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

Diwaktu yang sama Hakim pada Pengadilan Negeri Kota Tangerang, Roedy Suharso, SH, MH, langsung menjatuhkan vonis 3 Tahun dan membebani biaya perkara sebesar Rp2000,- (Dua Ribu Rupiah) kepada mantan Direktur PT. ASTA Cipta Karya, H. Muhammad Zein, S.Ag, MM. (Red)

News Feed