oleh

Sekolahkan Anak Pakai Uang Kas Iuran Warga

Warta Sidik — Tangerang

IvoHarun (56), Bendahara RW, harus duduk di kursi pesakitan. Dia dilaporkan pengurus RW 06, Perumahan Griya Loka, Bumi Serpong Damai, Sektor 1,2, Tangerang, karena menggelapkan uang iuran warga Rp. 82 juta lebih.

Majelis Hakim Bestman Simarmata, SH, menyayangkan perbuatan terdakwa yang tidak amanah dan tidak mencerminkan pengurus yang bertanggungjawab untuk mengelola uang warga.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eko Purwanto, SH menjerat terdakwa dengan Pasal 378 KUHP. Terdakwa didakwa telah menggelapkan uang iuran warga, dimana terdakwa sebagai pengurus RW sebagai Bendahara yang menerima uang iuran warga.

Baca juga:

Kaperwil Warta Sidik Lombok Tengah, Ucapkan Selamat ke H. Zakiudin, S.Ag, M.HI, Atas Jabatan Barunya di Kemenag Lombok Tengah NTB

Saksi, Sri Minah, Ketua RW 06, dalam kesaksiannya mengatakan, bahwa terdakwa sudah diberi kesempatan untuk mengembalikan uang kas RW yang telah terpakai. Sri Minah juga mengungkapkan sempat mengancam akan melaporkan Ivo Harun kalau sampai tidak mengganti uang tersebut.

Sedangkan saksi lain, H. Toyip mengungkapkan pernah mengaudit dan memang terdapat banyak kekurangan. Dan Firmansyah, selaku Sekuriti, yang menarik iuran, mengatakan tidak pernah menghitungnya, dia langsung setor ke terdakwa.

Selama 4 tahun sebagai Bendahara RW, terdakwa memegang uang kas sebesar Rp. 352 juta, sedangkan uang sebesar Rp. 82 juta belum diganti oleh terdakwa Ivo Harun.

“Uang yang dipakai terdakwa peruntukannya untuk gaji keamanan, kebersihan dan THR sekuriti. Ketika lebaran 2019, mau gajian dan memberikan THT sekuriti, ternyata uang di kas Bendahara tidak ada,” ujar Bu RW.

Baca juga:

APRI Dan CRM Hadir Semata Demi Kemaslahatan Rakyat Pohuwato

Setelah dihitung, ternyata ada kelebihan uang kas sebesar Rp. 82 juta lebih dan uangnya sudah tidak ada. Di bulan Januari – Februari ada penagihan Rp. 13 juta di terdakwa. Sedangkan H. Toyip menyetorkan ke terdakwa selama menjabat dari 2015 sampai 2019.

Irwan, koordinator keamanan, menyatakan, terdakwa waktu itu diduga telah memakai uang kas warga. Namun tidak ada laporan pertanggung jawaban.

“IPL, Iuran Pengelolaan Lingkungan, habis sama terdakwa. Ketika ditanya jawabnya terpakai. Kalau dipakai, ya harus diganti,” ujar Iwan, “…Jangan cuma mau pakainya, tidak mau gantinya. Ini kan uang iuran warga dan kami yang bertanggung jawab.”

Keterangan Ivo Harun di hadapan majelis hakim, terdakwa mengakui telah menggunakan uang. Uang itu dipakai untuk membayar biaya kuliah sekolah dan SPP anaknya. Terdakwa berjanji akan mengganti tetapi harus menjual rumah untuk bayar uang yang dipakai.

Menurut terdakwa, sisa uang kas Rp. 3 juta sampai Rp. 4 juta. Uang setelah dipakai gaji satpam itu yang dipakai untuk biaya kuliah anak.

Terdakwa sebagai pengusaha travel ini tidak bisa mengembalikan uang warga yang telah dipakainya dan sekarang harus tidur di rumah tahanan beralasan tikar berbantalkan tangan.

Untuk menentukan nasibnya, JPU akan menuntutnya, Selasa, tanggal 18 November, minggu depan. (Ply/darma)

News Feed