oleh

Tangan Korban Ditebas Hingga Putus, Pelaku Diancam 5 Tahun Penjara 

Warta Sidik — Gowa

Akibat terjadinya keributan, pergelangan tangan kanan seorang penggali sumur putus ditebas dengan menggunakan parang di Dusun Bontobila, Desa Julubori, Kec. Pallangga, Kab Gowa, Minggu (08/11) Pukul 21.00 WITA.

Awal kejadian ketika saksi Arifin membuat pagar rumahnya. Kemudian, korban DN (45) yang datang menemui saksi dan menegur saksi sambil berteriak teriak lalu melempari rumah saksi sehingga terjadi adu mulut.

Karena emosi kemudian korban mencabut pisau dapur yang dibawanya lalu mengejar saksi.

Baca juga:

Refleksi Hari Pahlawan 10 November Dimata Kabaharkam Polri

Saat pelaku mengetahui kejadian tersebut, kemudian pelaku yang merupakan saudara kandung saksi mendatangi korban dari arah samping dengan membawa parang dari rumahnya lalu mengayunkan parang ke arah pergelangan tangan kanan yang saat itu memegang pisau.

Akibat ayunan parang, pergelangan tangan kanan korban putus dan terjatuh ke tanah bersama pisau yang dikuasainya.

Dengan kejadian ini, korban langsung dilarikan ke RS Syech Yusuf, Kab. Gowa, untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca juga:

Keluarga Besar PN Jakarta Utara Laksanakan Upacara Hari Pahlawan

Sekitar Pukul 22.30 WITA, Kapolsek Pallangga bersama personil bergegas menuju TKP dan melakukan serangkaian tindakan kepolisian serta mengamankan terduga pelaku berikut barang bukti berupa 1 bilah parang yang digunakan menebas pergelangan tangan kanan korban.

“Pelaku berhasil diamankan oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Subair di Desa Julubori, Kec. Pallangga, Kab. Gowa bersama pemerintah setempat,” ungkap IPTU Nasruddin, SH, MH.

“Selain parang, personil juga mengamankan sebilah pisau yang diduga milik korban yang ditemukan di TKP. Kini terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polsek Pallangga Polres Gowa,” jelas Nasruddin.

Sementara penyidik Reskrim Polsek Pallangga melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi kemudian menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka pada Senin (09/11).

Adapun latar belakang penyebab terjadinya penganiayaan, diduga pelaku emosi dan tidak terima saat saksi (sudarara pelaku–red) dikejar oleh korban menggunakan pisau, demikian penjelasan Nasruddin di hadapan awak media.

Baca juga:

PLN UP3 Cikupa Diduga Serobot Lahan Milik MD Warga Jambe Tangerang

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya penyidik Polsek Palangga mempersangkakan dengan pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” ungkap IPTU Nasruddin, SH, MH, saat konferensi Pers di halaman kantor Polsek Palangga. (Rosna)

News Feed