oleh

Sat Reskrim Polres Simeulue Tindaklanjuti Galian C Ilegal Satu Unit Excavator Disita

Warta Sidik — Simeulue

Aktivitas galian C penambangan Ilegal di Desa Sanggiran, Kecamatan Simeulue Timur di Kepulauan Simeulue Aceh itu membuat resah warga sekitar.

Selain meresahkan, warga khawatir aktivitas galian C mengganggu lahan mereka bahkan dikhawatirkan akan di exploitasi oleh pihak tak bertanggung jawab dan akan menyebabkan kerusakan lingkungan hidup. Sementara galian C ilegal tersebut yang diduga dilakukan pengusaha lokal inisial IS di tempat itu.

Sat Reskrim Polres Simeulue pun merespon cepat keluhan warga dengan menuju lokasi untuk melakukan Olah TKP dan menyita satu unit eskavator dan barang Bukti Lainnya, Kamis (15/10/2020).

Baca juga:

Muh. Anshar, SH, KR Tinggi Laksanakan Reses Tahap II Tampung Aspirasi

Olah TKP ini dilaksanakan bersama dengan tenaga ahli Surveyor dari Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten Simeulue, Fikrianto, ST, MT, untuk menentukan titik koordinat TKP dan untuk melihat bahwa apakah TKP tersebut merupakan lokasi yang dibenarkan untuk kegiatan pertambangan, berdasarkan letak Tata Ruang Kabupaten Simeulue, yang juga disaksikan oleh Kepala Desa Sanggiran.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo, S.I.K, melalui Kasat Reskrim IPDA Muhammad Rizal, SE, SH, membenarkan adanya olah TKP dengan kasus dimaksud. Sampai dengan berita ini bergulir, perkara pertambangan ilegal ini masih tangani oleh Unit idik II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), yang dipimpin oleh Aipda Wardika Saputra, SH, Kanit Tipidter Polres Simeulue.

Dikatakan Ipda M. Rizal, eskavator dipasang police line karena saat tim turun ke TKP, pihak pengelola tidak dapat menunjukkan izin galian C.

“Karena mereka tidak dapat menunjukkan dokumen izin galian C terpaksa kita hentikan dan eskavatornya kita amankan dan kita beri police line,” ujar Ipda M. Rizal.

Baca juga:

Ditangan Seorang Nenek Tua Ahli Dalam Pengobatan dan Mengurut Banyak Yang Sembuh

Wardika juga menerangkan, untuk menuju TKP pertambangan perjalanan di tempuh cukup jauh dan melewati medan yang sulit, namun kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar.

Tim Penyidik atas perintah Kapolres Simeulue, yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Simeulue, berkoordinasi dengan Polsek Setempat, telah melakukan pengamanan terhadap tempat kejadian perkara, melakukan interogasi terhadap saksi-saksi yang berada di TKP. Membawa dan mengamankan barang bukti diantaranya, satu unit excavator, barang bukti sampel hasil galian, dll, ke Mapolres Simeulue untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kasus ini sendiri sudah pada tahap penyidikan dan pemberkasan serta telah menetapkan seorang tersangka,” jelas Wardika. (Eko)

News Feed