oleh

Sidang Dini Noviyanti dan Muhammad Yusuf Dijerat Pasal Penipuan dan Penggelapan Digelar Secara Virtual Di PN Jakarta Selatan

Warta Sidik — Jakarta

Sidang lanjutan kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Dini Noviyanti dan Muhammad Yusuf Awaludin kembali berlangsung secara online di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kamis (15/10). Hari ini, sidang itu beragenda Putusan Sela dari majelis hakim.

Putusan Sela merupakan sebuah keputusan yang diambil majelis hakim setelah mempertimbangkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan eksepsi atau keberatan dari pihak terdakwa.


III Baca Juga :

JAKSA TAHAN DUA TERSANGKA OKNUM PEGAWAI BKPSDM KABUPATEN MURATARA “DUGAAN” TINDAK PIDANA KORUPSI


Setelah mempelajari dan mempertimbangkan kedua hal tersebut, majelis hakim memutuskan tidak menerima eksepsi Penasihat Hukum terdakwa. “menyatakan keberatan dari penasihat hukum tersebut tidak diterima,” ujar ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nazar Efriadi SH.

“Untuk penuntut umum agar disiapkan saksinya dalam sidang berikutnya,” ucap ketua Majelis Hakim.

Dalam eksepsinya, tim penasihat hukum Dini Noviyanti menyimpulkan dakwaan jaksa penuntut umum tidak cermat dikarenakan Pelapor dalam Perkara a quo tidak memiliki legal standing dan dakwaan Jaksa Penuntut umum Prematur, serta dakwaan Jaksa Penuntut umum obscuur Libele.

Akan tetapi hakim menolak eksepsi tersebut dan menganggap bahwa dakwaan jaksa sudah cermat dan benar.


III Baca Juga :

TRAGIS!! WAKIL RAKYAT TAK MERAKYAT: Singkap Tabir Dana Siluman, SPPD BODONG 3 MILIAR DPRK SIMEULUE


Sidang berikutnya dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengarkan kesaksian dari saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.
Usai Persidangan Advokat Muhala, SH mengomentari ” kita tetap hargai jalannya persidangan dan kita terima dengan baik putusan sela yang di jatuhkan oleh majelis, selanjutnya kita siap menguji perkaranya di pembuktian”. (A.Kodir).

News Feed