oleh

TRAGIS!! WAKIL RAKYAT TAK MERAKYAT: Singkap Tabir Dana Siluman, SPPD BODONG 3 MILIAR DPRK SIMEULUE

Warta Sidik — Simeulue

Berdasarkan LHP BPK RI Perwakilan ACEH Dana SPPD 20 Anggota DPRK Simeulue sebanyak 3 miliar pada tahun 2018 dan 2019 belum dikembalikan ke Kas Daerah Kabupaten Simeulue.

Padahal sebelumnya Inspektorat Simeulue telah menyurati para anggota dewan Periode Tahun 2014-2019 agar segera mengembalikan dana yang kelebihan bayar dari biaya perjalanan mereka keluar daerah. Akan tetapi para bersangkutan bersikap apatis juga tak mengindahkan surat dari Inspektorat tersebut.

Awalnya diketahui hanya 250 juta rupiah dana yang masih ditangan para anggota dewan sebanyak 20 orang itu, akan tetapi setelah pihak BPK melakukan pemeriksaan ternyata terdapat dana yang belum dikembalikan dengan angka nominal sangat fantastis lebih 10 kali lipat dari angka sebelumnya yaitu 3 miliar rupiah lebih.

Baca juga:

Jaksa Menolak Eksepsi Penasihat Hukum

BPK memberikan kesempatan selama 60 hari kepada para anggota dewan tersebut untuk mengembalikan dana ke kas daerah sejak terbitnya Laporan Hasil Pemeriksaan BPK, sayangnya peluang tersebut juga diabaikan oleh para wakil rakyat itu.

Kini kasus yang membuat heboh seantero Simeulue telah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Simeulue dan sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam wawancara Exclusive dengan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Simeulue, MUHASNAN MARDIS, SH, membenarkan, bahwa perihal SPPD bodong para anggota Dewan Simeulue Periode Tahun 2014-2019,

“Benar, kita telah menerima laporan dari LHP BPK RI Perwakilan Aceh pada tanggal 16 September 2020 dan selanjutnya pada tanggal 06 Oktober 2020 diterbitkan surat perintah penyidikan, saat ini sedang kita lakukan penyidikan dan minggu depan kita memulai pemanggilan para bersangkutan,” Jelas Muhasnan Mardis.

Lanjutnya, “Dari 20 orang anggota dewan yang terlibat, 9 orangnya masih aktif sebagai anggota DPRK Simeulue saat ini, 3 orang lainya telah meninggal dunia, 1 orang terpidana dalam kasus korupsi aliran dana PDKS yang kini sedang menjalani hukuman penjara di Banda Aceh.

“Masing-masing bersakutan dana kelebihan bayar tersebut yang paling banyak 240 juta dan yang paling sedikit 11 juta, dari 9 orang yang masih aktif baru 1 orang yang mengembalikan pada saat tahap penyidikan kasus ini. Kita menghimbau agar para bersangkutan beritikad baik dengan kesadarannya sendiri untuk mengembalikan uang negara tersebut ke Kas Daerah. Dengan demikian bisa menjadi sebuah pertimbangan nantinya,” Pungkas Kasi Intel Kejari Simeulue.

Baca juga:

“Gelombang Sakti 20” Latihan Posko I Korem 162/WB, Resmi Dibuka Pangdam IX/Udayana

Besarnya nominal anggaran yang belum dikembalikan tersebut membuat semua pihak menjadi tercengang dan sangat menyayangkan sikap dari para wakil rakyat yang terpilih dari suara rakyat ternyata tidak amanah. Mereka sibuk dengan kesenangan dan kemewahan masing-masing sedang janji kepada masyarakat pada masa pemilihan hanya bujuk rayu yang memukau.

Kebenaran tak selamanya dapat dibungkam dan sandiwara, akhirnya perilaku yang merugikan rakyat dan negara tersebut tersingkap ke permukaan. (Eko)

News Feed