oleh

Polri Amankan 5.918 Orang Diduga Bikin Kericuhan Saat Demo

Warta Sidik — Jakarta 

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengamankan sebanyak 5.918 orang dari seluruh Polda jajaran saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020) lalu. Ribuan pendemo terpaksa ditangkap karena diduga membuat kericuhan.

Baca juga:

POLRES SIMEULUE Amankan Aksi Damai “AMARAH” Menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law Dengan Humanis

“Dalam aksi berujung anarkis, Polri menangkap 5.918 orang,” terang Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keteranganya, Sabtu (10/10/2020).

Di antara ribuan orang yang ditangkap itu, sebanyak 240 orang dinaikan statusnya ke tahap penyidikan atau dengan kata lain dilakukan proses pidana.

“Sementara 153 orang masih dalam proses pemeriksaan, 87 orang sudah dilakukan penahanan,” tegas Irjen Pol Argo.

Baca juga:

TELAAH YURIDIS SISTEM PEMBUKTIAN TERBALIK MENURUT PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI

Irjen Pol Argo menekankan, penegakan hukum terhadap pendemo yang melakukan tindak anarkis sebagai upaya Polri menjaga wibawa negara sekaligus memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan intoleran,” tegas Irjen Pol Argo.

Di sisi lain, Irjen Pol Argo mengungkapkan dari total seluruh pendemo yang telah diamankan, 145 orang diantaranya reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test.

Untuk itu, Polri menghimbau agar elemen masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja agar menempuh jalur hukum melalui gugatan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) ketimbang melakukan aksi turun ke jalan yang beresiko tertular Covid-19. (Rava.K)

News Feed