oleh

Polisi Amankan 2 Tersangka Penganiayaan Anak Hingga Tewas, Karena Susah Belajar Online

Warta Sidik — Lebak Banten

Kepolisian Resort (Polres) Lebak Polda Banten berhasil mengungkap kasus penganiayaan anak oleh orang tua kandungnya hingga meninggal, dikarenakan kesal dan gelap mata terhadap korban karena susah menangkap pelajaran.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar melalui Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi, menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan aparat desa dan warga, saat itu warga ziarah pada 12 september 2020 ada kecurigaan warga terhadap makam baru yang tidak ada batu nisannya dan tidak ada info ada warga sekitar yang meninggal beberapa hari terdekat, sehingga kecurigaan itu memunculkan keinginan warga untuk mencari tahu, apa yang di kubur di makam TPU Gunung Kendeng Kecamatan Cijaku, Lebak Banten.

Baca juga:

PN JAKUT JATUHKAN DENDA TERHADAP PARA PELANGGAR PERDA No.79 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB 

‌”Menindaklanjuti hal tersebut aparat desa dan warga melakukan pembongkaran makam yang disaksikan oleh Polres Lebak dan dari hasil tersebut ditemukanlah ada mayat wanita yang berusia 9 tahun masih menggunakan pakaian lengkap, dan setelah itu dilakukan identifikasi atas mayat tersebut oleh Reskrim Polres Lebak,” kata Edy Sumardi.

Edy sumardi menyampaikan, melalui identifikasi dan berkoordinasi dengan pihak lainnya Kasat Reskrim Polres Lebak mendapatkan informasi dari Polsek Metro Setia Budi Jakarta Selatan bahwa ada laporan orang tua yang kehilangan anaknya dengan ciri-ciri sama seperti mayat yang ditemukan terkubur.

“Dari hasil informasi tersebut mendatangi alamat yang melaporkan diduga laporan palsu tersebut, lalu Satreskrim Polres Lebak mengamankan orang tua pelaku LH (ibu kandung korban) dan IS (ayah korban) dirumah kontrakan pada hari Minggu dini hari (13/09/2020) di Jl. Assofa Raya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat,” ujar Edy Sumardi.

Baca juga:

Kapolda Banten Terima Peserta KKDN Sespimti Dikreg 29 TA. 2020

Lanjut Edy Sumardi, dari hasil interogasi penyidik, orang tua mengakui telah menganiaya korban sehingga mengakibatkan meninggal dikarenakan kesal dan gelap mata terhadap korban dikarenakan susah menangkap pelajaran melalui online.

“Lalu ibu korban menganiaya korban dengan mencubit memukul dengan menggunakan gagang sapu sampai anaknya jatuh ke lantai hingga meninggal dunia, menurut pengakuan ibu kandung korban sering dianiaya dan penyidik menemukan file foto di hp pelaku dengan kondisi korban lebam mata dan bengkak mulut,” kata Edy Sumardi.

Edy Sumardi menyampaikan, setelah LH (ibu kandung korban) menganiaya korban hingga meninggal dunia IS (ayah korban) ikut serta membantu membawa dan menguburkan korban ke TPU Kp. Gunung Kendeng, Kec. Cijaku, Kab. Lebak yang menempuh waktu 4 jam dari kediamannya di Kec. Larangan Kota Tangerang Prov Banten.

Atas perbuatan tersebut orang tua korban dijerat pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 Atas Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau pasal 340 dan atau pasal 338 dan atau pasal 351 ayat (3) KUH PIDANA.

“Kedua pelaku akan mendapat ancaman 15 tahun penjara dan ditambah sepertiga atau max seumur hidup dikarenakan pelaku orang tua kandung korban,” imbuh Edy Sumardi.

Terakhir Edy Sumardi menyampaikan, kepada masyarakat khususnya orang tua di masa pandemi Covid -19 ini, pembelajaran-pembelajaran sekolah dilakukan secara online diharapkan orang tua sabar dan dengan teliti serta dengan hati ikhlas mengajarkan anaknya dalam melakukan kegiatan belajar secara online.

“Diharapkan para orang tua mengajarkan anaknya dalam bersekolah online ini dengan penuh kasih sayang dan dengan kesabaran, jangan dengan penuh amarah bahkan sampai dengan menganiaya anaknya,” pesan Edy Sumardi. (Toni)

News Feed