oleh

Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si: Percayakan Kepada Polresta Deliserdang

Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si/foto_ist

Warta Sidik — Sumut

Permasalahan pihak FPI cabang Batang Kuis dengan pemilik warung kopi terjadi dikarenakan adanya penutupan secara paksa yang dilakukan oleh Ormas FPI cabang Batang Kuis sebanyak 8 orang tiba-tiba mendatangi warung kopi yang diketahui juga menyediakan minuman tuak.

Dengan alasan bulan suci ramadhan, pihak FPI menutup paksa warung kopi milik R Manullang dan menyebabkan terjadinya pengrusakan 4 buah kursi oleh pihak FPI. Merasa keberatan pemilik warung kopi melakukan perlawanan sehingga terjadi keributan. R manullang mengatakan, pihaknya tidak menjual tuak tetapi itu milik para sopir yang membawa tuak dari luar dan di minum di warungnya. 

Mengetahui hal ini, Kapolresta Deli Serdang diwakilkan Kapolsek Batang Kuis langsung turun ke lapangan memanggil kedua belah pihak dan melakukan mediasi di Polsek Batang Kuis.

Baca juga:

Lima Skema Perlindungan dan Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Hasil dari mediasi yang dilakukan Kapolsek Batang Kuis, meminta pihak warung kopi berjanji tidak akan menjual tuak lagi dan tidak mengizinkan supir-supir minum tuak di warungnya. Dan untuk pihak FPl agar tidak lagi melakukan kegiatan main hakim sendiri tanpa adanya koordinasi dengan pihak kepolisian ataupun kepala desa setempat.

Saat dikonfirmasi Kapolresta Deli Serdang Kombes. Pol. Yemi Mandagi mengatakan, mediasi akan terus dilakukan antara dua belah pihak agar tidak saling salah paham.

“Selain media ini, kita juga meminta kepada para penjual makanan ataupun minuman, agar tidak menjual minuman tuak ataupun minuman beralkohol, mengingat saat ini sedang bulan puasa. Dan untuk pihak FPI juga jangan bertindak yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain, mari saling menjaga lingkungan kita tetap kondusif,” ucap Kombes. Pol. Yemi Mandagi.

Baca juga:

Kasus Persekusi: Ketum DPP PBB, Tegakkan Keadilan Proses Hukum Harus Berjalan

Orang nomor satu di Polresta Deli Serdang ini juga menghimbau kepada pihak FPI di wilayah Deli Serdang agar tidak melakukan kegiatan main hakim sendiri seperti pembubaran dan penutupan warung-warung tanpa dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.

“Saya juga menghimbau kepada pihak FPI agar tidak lagi melakukan penutupan secara paksa tanpa adanya koordinasi dengan pihak kepolisian dan kepala desa karena dianggap melanggar hukum. Silahkan dilaporkan ke bhabinkamtibmas dan kades apabila menemukan hal yg tidak wajar. Pasti akan kita respon dan tindak lanjuti untuk menghindari keributan seperti ini,” kata Yemi tegas.

Sementara konfirmasi yang dilakukan redaksi Warta Sidik ke Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si, terkait kasus persekusi yang menimpa ibu R Manullang, dalam pesan singkatnya Kamis (30/04) pukul 00.12 WIB mengatakan, “Terimakasih jangan memperkeruh suasana percayakan kpd Polresta Deliserdang”. (Hms/rid)


 

News Feed