oleh

Komandan Puslatpur Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. Pimpin Langsung Bersama Dengan Para Anggota Melakukan Wisata Patroli

Warta Sidik – Oku Sumsel

Untuk memastikan letak dan batas wilayah Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) atau yang dikenal dengan OMIBA (Obyek Militer Baturaja) di Sumatera Selatan, yang secara langsung berbatasan dengan area masyarakat di tiga Kabupaten (OKU Induk, Oku Timur dan OKU Selatan),

Komandan Puslatpur Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. pimpin langsung bersama dengan para anggota melakukan wisata patroli menyusuri lahan dengan jarak tempuh hingga 60 kilo meter, Kamis (27/12/2018).

Patroli dilaksanakan dalam rangka berinteraksi secara langsung dengan jajaran prajurit Puslatpur yang berjaga dan merawat perbatasan wilayah tanah OMIBA milik Puslatpur, sekaligus juga untuk berinteraksi dengan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan batas kewilayahan.

Komandan Puslatpur Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP. menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah untuk memberikan pemahaman kepada anggota dan memastikan kewilayahan yang dimiliki Puslatpur tetap terjaga dengan baik, selain itu juga kegiatan dimaksud untuk memperkuat kebersamaan didalam satuan.

Wilayah Puslatpur sangat luas, yang berada di tiga wilayah Kabupaten yaitu OKU Induk, Oku Timur, Dan OKU Selatan, oleh karenanya guna menjaga agar wilayah yang menjadi tanggung jawab Puslatpur tetap terjaga maka salah satunya dilakukan patroli.

“Hari ini saya bawa sekitar 30 orang anggota melakukan patrol kebeberapa titik, kita mengharapkan wilayah yang kita miliki tetap terjaga dengan baik, baik itu batas yang ada, maupun ekosistem didalamnya harus tetap terjaga,” Ungkap Kolonel Kunto disela kegiatannya di salah satu lahan Puslatpur di Desa Waihiling Kecamatan Lengkiti Kabupaten OKU Induk.

Lebih lanjut dijelaskan Kolonel Inf Kunto, bahwa area yang cukup luas dengan berbagai ekosistem yang ada didalamnya, tentu ada strategi khsusus untuk merawat serta menjaganya, agar kedepan tidak ada hal yang tentunya menjadi masalah ketika satu sama lainya tetap di pelihara dengan baik. Sejak awal lahan Puslatpur secara langsung dibatasi oleh jalan, serta ada sungai dan adapula yang berbatasan dengan tanah milik warga, ini yang terus dijaga.

“Kita hanya ingin memastikan bahwa lahan dan batas kewilayahan ini tetap terjaga, jangan sampai ada lahan kita yang disalahgunakan oleh masyarakat, yang kemudian akan menjadi hambatan pada saat lahan akan digunakan sesuai fungsinya,” ungkapnya
Ia juga menambahkan, lahan yang ada memang ada beberapa titik yang diolah untuk pertanian, naun itu tetap harus mengacu kepada aturan, dan sifatnya tidak mengganggu area latihan yang secara rutin dilaksanakan di lahan Puslatpur ini. “Kedepan kegiatan ini akan kita kembangkan terus, sehiangga kita dapat memastikan lahan yang ada tetap terpelihara dengan baik,” pungkasnya.(Rian).

Komentar

News Feed